Selasa, 20 Juli 2010

Kandungan Pada Rokok

Rokok adalah produk berbahaya dan adiktif yang mengandung 4000 zat kimia, 69 diantaranya adalah karsinogenik (pencetus Kanker, Red). Berikut beberapa zat berbahaya yang terkandung didalam sebatang rokok:



Nikotin – Menyebabkan ketagihan. Ia merangsang otak supaya si perokok merasa cerdas pada awalnya, kemudian Ia melemahkan kecerdasan otak. Tidak ada kadar yang aman untuk mengkonsumsi nikotin, berapapun kadarnya, serendah apa pun nikotin tetap berbahaya. Nikotin dapat meresap melalui mulut, hidung dan kulit, sehingga rokok yang ditempel-tempelkan pada mulut tanpa dibakar pun dapat menyerap nikotin, sama halnya dengan petani tembakau.

Efek langsung ke otak hanya memerlukan waktu dalam hitungan detik yakni 10-16 detik. Rokok sigaret menghasilkan 1,2 – 2,9 mg nikotin. Merokok sebungkus per hari dapat menyerap nikotin 20-420 mg nikotin/hari yang dapat meningkatkan plasma 23-35 ng/ml. Selain itu, akibat dari konsumsi nikotin adalah pelepasan adrenalin dapat meningkatkan frekuensi denyut jantung, tekanan darah, dikarenakan kebutuhan oksigen jantung.

Karbon monoksida – adalah gas yang berbahaya yang terdapat dalam pembuangan asap kendaraan. Ia menggantikan sebanyak 15% daripada oksigen yang seharusnya dibawa oleh sel-sel darah merah. Jadi jantung perokok yang memerlukan banyak oksigen ternyata mendapat lebih sedikit oksigen. Ini membahayakan untuk mereka yang mengidap penyakit jantung atau paru-paru.

Ia juga menyebabkan perokok sesak napas dan kurang daya staminanya. Karbon monoksida merusak lapisan dalam pembuluh darah dan meninggikan endapan lemak pada dinding pembuluh-pembuluh darah, menyebabkan pembuluh darah tersumbat. Ini meningkatkan lagi risiko serangan jantung.

Tar – adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok dan bersifat karsinogen. Sebagian dari zat tersebut yakni benzo(1) pyrene, nitrosamine dan B-naphthylamine, cadmium dan nikel. Tar juga digunakan sebagai bahan pembuat aspal. Pada saat dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran pernafasan dan paru-paru. Pengendapan ini bervariasi antara 3-40 mg per batang rokok, sementara kadar tar pada rokok di Indonesia berkisar antara 19-33 mg per batang rokok.

Aseton – peluntur cat
DDT - Racun serangga untuk membunuh nyamuk dan semut
Arsenik – Racun kutu dan racun yang digunakan untuk pembunuh-pembunuh terkenal
Kadmium – Bahan kimia yang terdapat di dalam ACCU
Formaldehid – Digunakan untuk mengawetkan mayat
Ammonia – Bahan aktif dalam pembersih lantai
Hidrogen sianida – Racun yang digunakan untuk gas
Naftalena – Bahan yang beracun yang terdapat dalam obat serangga
Polonium-210 - 210-bahan radioaktif
Vinil klorida – bahan kimia yang digunakan untuk membuat plastik

0 comments:

Poskan Komentar

 
Copyright 2015 blank..!!