Selasa, 26 April 2011

Firewall

Layaknya virus yang menyerang komputer, berita yang sudah lama ku dengar kini mulai menginfeksi setiap syaraf dalam otak ku dan mengarahkan semuanya padamu. Apa yang harus kulakukan? Mendengar suaramu  ataupun sekedar berbalas sms denganmu adalah antivirus buat ku yang sangat bisa mengurangi pengaruh buruk virus tersebut. Tapi kini kau seakan tak peduli dengan apa yang aku lakukan tak seperti dulu.

Dan mungkin belakangan ini aku telah berbuat salah padamu aku minta maaf padamu yang setulus-tulusnya dari hatiku yang paling dalam. Karena aku tak mau virus tersebut menyerang bagian terpenting dalam tubuh ini. Bagaikan komputer hati menurutku adalah RAM bagian yang tak bisa dirubah isinya dan bila sudah diisi tak bisa diihapus dan meskipun bisa dihapus itupun sulit. Dan aku tak mau bila harus mengganti RAM dalam tubuhku, karena tidak semua cocok dengan Motherboard yang ku punya. Sudah sering kucoba untuk mengganti RAM dalam tubuh ini, namun apa yang terjadi virus tersebut mengacaukan semuanya. dan semuanya kembali tertuju padamu.

Tak pernah terbayang berita itu akan menjadi beban dalam pikiran ku. Bodohnya aku yang tak mengaktifkan Firewall dalam sistem kerja ku saat aku dengar berita itu. Kini virus itu telah menginfeksi seluruh jaringan syaraf ku. Dan lebih bodohnya aku baru menyadari bahwa teman adalah orang yang sangat berbahaya bagimu jika iya berbalik menjadi musuhmu. 

Dan juga sebagian sistem informasi yang berhasil di obrak-abrik  adalah perbuatan orang dalam yang sakit hati karena suatu hal. Mungkin saat itu aku tak pernah berpikir akan menjadi seperti ini. Seandainya aku bisa kembali ke waktu itu aku akan memilih untuk tidak mengetahuinya, karena aku saat ini lebih suka hubungan kita seperti dulu yang hanya saling berbalas sms bila salah satu dari kita membutuh bantuan. Bukan seperti beberapa bulan terakhir yang hampir tiap minggu berbalas sms, bukan masalah materi atau aliran listrik bila diibaratkan komputer. 

Aku hanya belum siap menyisihkan memori dalam RAM untuk software tersebut, yang mungkin banyak orang bilang itu cinta. Banyak orang bilang software itu fleksibel dan bisa menerima apapun keadaan komputer yang hendak di instal software tersebut. Bagiku software itu tidaklah fleksible hanya akan bekerja maksimal bila komputer yang hendak di instal sesuai dengan sistem requirement software tersebut. Saat aku hanya pentium Tiga yang sudah terlalu banyak software yang terinstal dan tak akan sanggup bila harus bersanding dengan Core i7 yang kini sangat diburu oleh pecinta super komputer. 

Dan bila diibaratkan dalam game yang dimainkan bersama aku pastilah tak akan pernah bisa menang dalam permainan tersebut. Dan ku pertegas lagi bila aku bisa kembai ke waktu itu dimana temanmu mengabarkan berita tersebut aku akan memilih untuk mengaktifkan FIRWALL dalam sistem ku dibandingkan harus mengupgrade semua yang ada dalam tubuh ini dengan sekejap. Dan bila saat itu aku aktivkan Firewall ku semua tak akan menjadi seperti ini. 

0 comments:

Poskan Komentar

 
Copyright 2015 blank..!!